Purchase Receipt


Jika proses bisnis Anda tidak membutuhkan membuat dokumen Purchase Receipt, maka Anda langsung bisa membuat Nota Pembelian (Purchase Invoice) secara mandiri dengan opsi Update Stock dicentang

Purchase Receipt dibuat ketika Anda menerima barang dari Supplier Anda, biasanya terhadap 1 Purchase Order atau dari beberapa Purchase Order dengan Supplier yang sama.

Video Manual - Purchase Receipt

Cara Mengakses Purchase Receipt

  • Melalui Home : Home > Stock > Stock Transactions > Purchase Receipt

  • Melalui Search Bar :


Pembuatan Purchase Receipt

Pembuatan Purchase Receipt memiliki banyak cara bergantung dengan scenario dari transaksi

Jika Anda membuat Purchase Receipt dari dokumen Purchase Order, maka semua informasi dari dokumen sebelumnya akan otomatis ter-copy sehingga Anda tidak perlu mengisi ulang, seperti Supplier, table Items, dll

Melalui Purchase Order

Purchase Receipt umumnya dibuat dari Purchase Order.

Di dalam Purchase Order, klik Create > Purchase Receipt

Pembuatan Purchase Receipt melalui Purchase Order juga bisa dilakukan melalui Dashboard Purchase Order tersebut:

Note: Purchase Receipt dapat mewakili penerimaan barang dari satu atau lebih dari satu Purchase Order dengan Supplier yang sama.

Melalui Purchase Invoice

Purchase Receipt juga bisa dibuat dari Purchase Invoice. Pembuatan melalui Purchase Invoice terjadi apabila penerimaan barang terjadi di akhir transaksi.

Di dalam Purchase Invoice, klik Create > Purchase Receipt

Pembuatan Purchase Receipt melalui Purchase Invoice juga bisa dilakukan melalui tab Connection Purchase Invoice tersebut:

Note: Purchase Receipt dapat mewakili penerimaan barang dari satu atau lebih dari satu Purchase Invoice dengan Supplier yang sama.

Secara Mandiri (Stand Alone)

Pembuatan Purchase Receipt juga dapat dilakukan melalui Purchase Receipt List.

Hal ini dilakukan apabila Purchase Receipt dibuat atas beberapa Purchase Order atau beberapa Purchase Invoice dengan Supplier yang sama.

Untuk membuat Purchase Receipt secara manual :

  1. Buka Purchase Receipt List, klik “+ Add Purchase Receipt”

  2. Pilih Nama Supplier, Items dapat diambil dari Purchase Order atau Purchase Invoice dengan

    1. klik Get Items From


    2. Pilih Purchase Order atau Purchase Invoice yang diinginkan, lalu klik Get Items

  3. Anda dapat mengatur Accepted Warehouse untuk semua item dalam Purchase Receipt ini. Ini diambil dari Purchase Order atau Purchase Invoice jika diatur

  4. Jika ada item yang cacat (defect), atur Rejected Warehouse untuk item tersebut dimana item tersebut akan disimpan

  5. Pilih Item berdasarkan Kode dan atur kuantitasnya

    • Menambahkan Item dapat dilakukan dengan klik Add Row atau Add Multiple


    • Untuk menghapus item dapat dilakukan dengan mencentang baris item, lalu klik Delete



  6. Accepted Warehouse setiap item dapat diubah

  7. Masukkan Address dan Contact dari Supplier yang bersangkutan. Master Supplier yang sudah memiliki Address dan Contact akan diambil dan dimasukkan kedalam field ini.

  8. Masukkan Shipping Address dan Company Billing Address dari perusahaan Anda.

  9. Isi Terms and Conditions. Umumnya berisi ketentuan pembayaran atau ketentuan-ketentuan yang diajukan pada transaksi ini

  10. Isi Instructions dan Remarks dengan instruksi dan keterangan bila ada.


  11. Setelah mengisi semua field, klik Save lalu Submit.

Setelah Submit

Melihat Laporan

Setelah Purchase Receipt sudah disubmit, anda bisa melihat laporan-laporan berdasarkan Purchase Receipt tersebut. Contohnya Asset, Pergerakan Asset, Stock, dan Pembukuan


% Amount Billed & % Returned

Setelah Purchase Receipt disubmit, didalam tab More Info akan muncul
% Amount Billed dan %Returned. 2 field tersebut menunjukkan persentase barang/items yang sudah ditagih dan persentase barang yang dikembalikan kepada Supplier

Transaksi Selanjutnya

Setelah Submit Purchase Receipt yang telah dibuat, Anda bisa membuat:

  • Purchase Return, dokumen pengembalian barang yang diterima dari supplier berdasarkan Purchase Receipt

  • Stock Entry, untuk mencatat stock baru yang diterima dari Purchase Receipt

  • Purchase Invoice, membuat tagihan yang diterima berdasarkan Purchase Receipt

  • Retention Stock Entry


Melihat Koneksi dengan Dokumen Lain

Jika ada dokumen lain yang berhubungan dengan dokumen Purchase Order atau dibuat berdasarkan Purchase Order, maka anda bisa melihat koneksi tersebut didalam tab Connections

Status Purchase Receipt

  • Draft : Purchase Receipt belum disubmit

  • To Bill : Purchase Invoice belum dibuat atau belum 100% terhadap Purchase Receipt tersebut

  • Completed : Purchase Invoice sudah dibuat & disubmit 100% atas seluruh Items

  • Return Issued : Retur sudah dibuat atas Purchase Receipt

  • Cancelled : Purchase Receipt telah dibatalkan

  • Closed : Status outstanding ditutup atas sisa items atau qty yang belum ditagih di Purchase Invoice. Misalnya, Anda memesan 20 qty, 15 qty sudah di Purchase Invoice. Sisa 5 tidak akan ditagih.

Menggunakan Scan Mode Untuk Penerimaan Barang

Untuk membuat Purchase Receipt mandiri (standalone) selain memakai tombol Get Items From, anda juga bisa menggunakan Scan Mode untuk mengambil item-item dari Purchase Order yang masih perlu diterima dari Supplier yang sudah diisi.

  • Masukkan Supplier.



  • Pilih Purchase Order mana yg item-item nya akan diterima.



  • Lalu Scan Item nya dikolom Scan Barcode.


  • Jika item tersebut valid/merupakan item yg perlu diterima dari Purchase Order tersebut, maka akan muncul pesan seperti berikut dan baris di tabel Items akan bertambah.


  • Jika item tersebut tidak valid maka akan muncul pesan seperti berikut.



  • Jika didalam proses scan barang anda merasa ragu dan ingin re-scan ulang untuk memastikan jumlah Qty-nya sesuai atau tidak, anda dapat menekan tombol Start Scan from Purchase Order.




    Jika dilanjutkan maka semua baris items di tabel akan direset ke 0


  • Jika didalam proses scan barang anda yakin jumlah Qty yang diterima sudah sesuai dengan PO Qty, maka anda dapat tombol Set Items Qty to PO Qty.




    Jika dilanjutkan maka semua Qty baris items di tabel akan langsung mengikuti PO Qty


On this page